Breaking News

14 Juni 2018

Video Pencurian di Rumah Wagub Sandiago Uno Terekam Kamera

Video Pencurian di Rumah Wagub Sandiago Uno Terekam Kamera,Berita panas,Berita Viral,berita kriminal,berita olahraga,berita terbaru,berita terkini,berita terupdate
Video Pencurian di Rumah Wagub Sandiago Uno Terekam Kamera














BERITApersVideo yang merekam detik-detik pencurian yang terjadi di rumah Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, beredar luas di media sosial. Cek Disini – > Prediksi Bola Jitu

Walaupun di sekitar banyak orang, Maling tetap nekat untuk mencuri ponsel tamu yang sedang menunaikan ibadah salat tarawih.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, kelihatan tamu sedang mengadakan acara buka puasa bersama dan menunaikan salat berjamaah di sebuah ruangan.

Ketika jamaah sedang khusyuk beribadah tiba-tiba datang seorang pemuda dari arah belakang.

Pria yang mengenakan baju biru itu menyusup lewat tepi dan merangsek ke depan barisan salat. 

Ketika jamaah tengah sujud, pria ini berhasil mengondol ponsel milik salah satu jamaah. Cek Disini – > Prediksi Togel Jitu

Sebelumnya dikabarkan bahwa aksi pencurian terjadi di rumah dinas Wakil Gubernur DKI Jakarta di kawasan Kuningan Timur, Jakarta Selatan pada Selasa (12/6/2018).

Acara buka puasa bersama dirumah Wagub Sandiaga Uno dihadiri 150 orang yang datang dari alumni perguruan tinggi negeri.

Pencurian terjadi tepatnya ketika tamu mengelar salat tarawih berjamaah mulai pada pukul 19.00 WIB.

Sedangkan pencurian terjadi sekitar pukul 19.40 WIB.

Setelah selesai salat korban baru menyadari bahwa HP miliknya telah hilang.

Insiden ini telah dilaporkan security Pamdal Rumah Dinas Wagub DKI Jakarta ke Polsek Setiabudi. Cek Disini – > Jadwal Bola Lengkap

Read more ...

24 Mei 2018

Pasangan di Dubai Ini Bercerai, Ketika Baru Saja Menikah 15 Menit yang Lalu


DUBAI,BERITApers - Sebuah pernikahan di Dubai, Uni Emirat Arab, hanya bertahan selama 15 menit karena sang suami langsung menceraikan istrinya akibat kesalahpahaman dengan ayah mertua. 

Melansir dari Gulf News, seorang pria yang baru saja menandatangani surat pernikahan langsung menceraikan istrinya 15 menit kemudian lantaran merasa direndahkan oleh ayah mertuanya. 

Pria tersebut diyakini memiliki perjanjian dengan ayah pengantin perempuan untuk membayarkan mahar sebesar 100.000 dirham (sekitar Rp 386 juta) untuk pernikahan mereka. 

Berdasarkan perjanjian tersebut pembayaran akan dibagi menjadi dua, yakni 50.000 dirham diserahkan saat tanda tangan surat pernikahan dan sisanya saat meninggalkan gedung pengadilan agama. 

Proses pernikahan dan penandatanganan surat nikah berjalan lancar. Sang suami pun telah menyerahkan 50.000 dirham kepada sang ayah mempelai perempuan. 

Kedua mempelai pun dinyatakan telah resmi menikah dan menjadi pasangan suami istri sah. 

Setelahnya bersama keluarga dan rekan-rekan yang hadir dalam pernikahan, mereka lalu meninggalkan gedung pengadilan agama. 

Dalam perjalanan menuju pintu keluar, ayah mempelai perempuan menagih sisa uang perjanjian seperti dalam kesepakatan awal. Namun pria tersebut meninggalkan uangnya di dalam mobilnya yang terparkir. 

Pria itu berjanji akan segera menyerahkan sisa 50.000 dirham itu saat sampai di tempat parkir mobil, namun sang ayah mertua menolak dan meminta pria tersebut untuk menyuruh rekannya mengambil uangnya dari dalam mobil. 

Karena merasa tersinggung dengan sikap ayah mertuanya yang seolah tidak percaya kepadanya, pria itu lantas dengan emosi mengatakan bahwa dirinya tidak ingin menikahi putrinya. 

"Pengantin pria merasa sangat tersinggung dan direndahkan oleh ayah mertuanya," kata pengacara mempelai pria yang tak bersedia disebutkan namanya. 

"Dia mengatakan kepada ayah pengantin perempuan tidak ingin menjadikan putrinya sebagai istrinya dan menceraikannya hanya dalam waktu kurang dari 15 menit setelah penandatanganan surat pernikahan," tambah pengacara itu.



Read more ...

23 Mei 2018

Viral! Kanit Intel dan Kanit Provost Adu jotos, Pimpinan Melerai tak Dihargai

Dua personel polisi terlibat perkelahian jadi viral di YouTube 

BERITApers - Pertengkaran hebat terjadi antara dua personel polisi yang disebut-sebut menjabat Kanit Intel dan Kanit Provost di sebuah Polsek di tanah air.

Tak diketahui dengan jelas Polsek tempat keduanya bertugas. Pertengkaran keduanya pun menjadi viral setelah di upload di youtube.

Kejadian berawal saat polisi berpakaian preman yang diperkirakan Kanit Intel berteriak-teriak masuk ke kompleks kantor polisi.

Ia lantas bertemu dengan Provost di halaman kantor, adu mulut di antara keduanya pun terjadi.

Beberapa personel polisi yang berada di dalam kantor pun mencoba untuk melerai, termasuk seorang perwira polsek berpangkat Iptu.


Simak video pertengkaran Tersebut;


Walau seorang perwira sudah meminta kedua anggotanya untuk berhenti, namun suasana tak kunjung kondusif.

Kehadiran polisi berpangkat Iptu tersebut tak dihargai, Kanit Intel dan Kanit Provost malah semakin tak terkendali dan adu jotos pun terjadi.

Seragam yang dikenakan Provost terlihat mulai berantakan, pimpinan polsek pun sudah memasang badan di antara keduanya dan terus meminta perkelahian segera dihentikan.

Tak kunjung berhenti, perkelahian malah merembet ke personel polisi lainnya yang baru keluar dari kantor.


Seorang polisi berpakaian lengkap dengan postur tambun ikut terpancing suasana. Ia mendatangi Provost dan nyaris melayangkan pukulan kepadanya.

Perwira polisi coba lerai pertengkaran
Perwira polisi coba lerai pertengkaran (YouTube)

Perwira polsek sudah kehabisan kesabaran dan tak lagi melerai anggotanya yang terlibat perkelahian.

Perkelahian mulai masuk ke kantor polisi yang membuat panik personel polisi di dalam kantor. Mungkin saja, ada senjata api yang disimpan di dalam kantor tersebut.

Melihat hal ini perwira polisi langsung melarang keduanya untuk masuk kantor.

Dua personel polisi terlibat perkelahian
Dua personel polisi terlibat perkelahian (YouTube)

Tak berselang lama, di pintu masuk kantor, seorang polisi keluar membawa kue ulang tahun.

Ternyata perkelahian ini hanya rekayasa untuk merayakan ulang tahun seorang perwira kepolisian.

Perwira tersebut sedikit agak kaget dan langsung melayangkan tendangan kepada para anggota yang berkelahi tadi.

Para anggota lainnya pun mulai memeluk dan mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya.

Perwira tersebut pun menyalami para anggotanya dan mengucapkan terima kasih.

Video ini diunggah oleh akun YouTube Samsul Alam dan sudah disaksikan lebih dari 4,5, juta kali. 




Read more ...

17 Mei 2018

Pengakuan Terduga Teroris Kepada Polisi, Semua Polisi Adalah Kafir Harbi yang Harus Di Musnahkan

Dua terduga teroris (mengenakan penutup wajah) yang ditangkap Polda Sumsel saat menjalani pemeriksaan. 

BERITApers - Seorang terduga teroris yang tertangkap di Palembang membuat pengakuan mengejutkan kepada polisi.

Melansir dari Beritapers, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengaku mendapat informasi dari hasil obrolan dengan dua terduga teroris asal Riau yang ditangkap di Palembang, Selasa (15/5/2018).

Kedua teroris itu dengan tegas menyebut polisi sebagai kafir harbi yang harus dimusnahkan.

Dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Palembang, Zulkarnain menceritakan kronologis penangkapan dan hasil obrolannya dengan kedua pelaku terduga teroris berinisial HS alias AA dan HH alias AA.

Keduanya telah mengubah nama setelah masuk dalam kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

Dari obrolannya dengan terduga teroris itu, Zulkarnain menyebut kedua pelaku sangat hafal dengan Pancasila tetapi benci dengan dasar negara itu.

Mereka ingin mengubah Pancasila menjadi khilafah sebagai target perjuangannya.

“Mereka mengaku hafal Pancasila, tapi tidak pancasilais dan sangat tidak senang dengan Pancasila.

Saya bilang sama mereka sila pertama ketuhanan yang maha esa, artinya kita beragama.

Mereka ngotot, jadi saya anggap mereka bebel, mungkin mereka juga anggap saya bebel,” ujarnya.

Zulkarnain mengatakan, mereka mengaku menganut paham salafiyah melalui pengajian. Mereka juga belajar tentang agama dari dunia maya internet sehingga dengan mudah mengikuti ajaran sesat.

Bagi keduanya, sambung Zulkarnain, semua orang yang di luar dari kelompoknya adalah kafir. Terkhusus bagi polisi, mereka anggap sebagai kafir harbi atau kafir musuh utama yang harus segera dimusnahkan.

“Tapi mereka beraksi tidak sembunyi-sembunyi, harus berhadapan, misalnya mau ngebom,” kata dia, walaupun jika harus mengorbankan diri mereka.

Zulkarnain menambahkan, selama ini kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS ini berdiam diri dan tetap seperti warga biasa.

Setelah kerusuhan di Mako Brimob, mereka akhirnya keluar dan bermaksud melakukan amaliah.

“Selama ini mereka sleeping sel, senyap, tidak bergerak, tapi menunggu waktu. Begitu Mako Brimob pecah mereka bergerak,” sambungnya.

Artikel ini telah tayang di Lebahpers.com dengan judul Pengakuan Mengejutkan Terduga Teroris Kepada Kapolda, Semua Polisi Dianggap Kafir


Read more ...

12 Mei 2018

Diduga Memfitnah, Musisi Ahmad Dhani Kembali di Laporkan Ke Polisi


BERITApers - Musisi Ahmad Dhani Prasetyo kembali berurusan dengan polisi karena dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia Jack Lapian pada hari Sabtu (12/5/2018). 

Ketika dikonfirmasi Beritapers.com, Jack melaporkan Ahmad Dhani terkait unggahan di Facebook-nya pada 13 April 2018 yang lalu soal Rocky Gerung. 

Jack Lapian menilai, unggahan Ahmad Dhani tersebut mengandung unsur fitnah. Jack juga tercatat sebagai pelapor dari kasus Rocky Gerung. 

"Di sini (unggahan Ahmad Dhani) dugaannya unsurnya sudah fitnah ya, apalagi dibilang dengan cara-cara kriminalisasi, padahal kita ketahui bersama polisi, kan, profesional," Ungkap Jack. 

Dalam laporan bernomor LP/25778/V/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus itu, Ahmad Dhani dinilai telah melanggar Pasal 27 Ayat (3) juncto Pasal 45 Ayat (3) UU ITE dan Transaksi Elektronik serta Pasal 311 KUHP. 

Jack Lapian berharap, laporannya tersebut dapat membuat Dhani lebih berhati-hati kedepannya dalam menguggah sesuatu di media sosial. Ia menilai, selama ini unggahan Dhani banyak yang bernada negatif dan tidak baik untuk dicontoh masyarakat. 

"Untuk ke depannya Ahmad Dhani lebih wise lah, lebih menginspirasilah. Apalagi kita semua tahu ini lagi di tahun politik ya kita buat lebih sejuklah, damai dan aman, lebih cooling down," kata Jack.  

Sebelumnya, Dhani sudah sempat dilaporkan ke polisi terkait unggahannya melalui akun @AHMADDHANIPRAST pada 6 Maret 2017. 

Kicauan tersebut dinilai menghasut dan penuh kebencian terhadap pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Kasus itu kini sudah memasuki tahap persidangan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.





Read more ...
Designed By