Breaking News

15 Desember 2017

Sadis! Diperkosa dan Hendak Dibunuh, Seorang Wanita Dibuang ke Kutalimbaru dengan Kondisi Mengenaskan

YKD (34), pegawai toko roti yang diperkosa dan hendak dibunuh, serta dibuang di perladangan Dusun V, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Saat ini, korban dibawa ke RS Adam Malik, Jumat (15/12/2017 


Flushcom - Bagi Anda kaum wanita harap lebih berhati-hati saat berkenalan dengan lawan jenis melalui handphone ataupun media sosial.
Belakangan ini marak terjadi aksi kejahatan berupa pemerkosaan, dan korbannya dibunuh dengan cara keji.
Sehari lalu, tepatnya hari Kamis (14/12/2017), terjadi kasus pemerkosaan dan percobaan pembunuhan yang dialami oleh YKD (34 tahun).
Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai toko roti ini diperkosa teman lelakinya yang baru dikenal lewat handphone.
Dari informasi di dapat, pelakunya berinisial D. Pria ini baru dikenal korban lewat handphone. 
Setelah berkenalan lewat handphone, pada Kamis sekitar pukul 14.00 WIB, pelaku mengajak bertemu korban di Jalan Flamboyan seputaran Simpang Pajak Melati, Medan Tuntungan.
Ketika bertemu, pelaku mengajak korban ke kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru. 
Setibanya di perladangan Dusun V, Desa Sei Mencirim, pelaku mengajak korban turun.
"Korban pun dipaksa berhubungan badan. Namun korban menolak hingga dianiaya oleh pelaku," kata Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesi Sitepu, Jumat (15/12/2017). 
Dengan kondisi tak berdaya, pelaku berulangkali memukuli wajah korban hingga babak belur sembari dirudapaksa dengan kekerasan.
Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku mencekik korban dan berupaya membunuhnya. 
"Pelaku mengira korban sudah tak bernyawa. Lalu pelaku meninggalkan korban begitu saja di perladangan," kata Martualesi.
Pada pukul 20.00 WIB, ada warga sekitar yang menemukan korban. 
Saat itu, warga mengira korban sudah tewas. Beberapa masyarakat di lokasi lantas menghubungi Polsek Kutalimbaru.

Martualesi kemudian memerintahkan Kanit Reskrim untuk turun ke lokasi melakukan penyelidikan.
"Setibanya anggota di lokasi kejadian, ternyata korban masih bernapas. Ketika ditanyai, ia sulit untuk menjawab. Wajahnya sulit dikenali lagi karena sudah babak belur," tutur mantan Wakapolsek Medan Barat ini.
Lantaran sulit diajak berkomunikasi, polisi segera memeriksa lokasi kejadian. 
Walhasil, ditemukan KTP milik korban, dimana dalam identitas tersebut dijelaskan bahwa korban tinggal di Jalan Nasional, Medan Denai Kota Medan.
"Saya dan anggota segera untuk mencari keberadaan pelaku. Kami mohon doa semua pihak agar pelakunya bisa tertangkap," pungkas mantan Kanit Reskrim Polsek Delitua ini. 


Designed By