Breaking News

01 Januari 2018

Jelang Tahun 2018, Beli Kondom Harus Menunjukkan KTP


FLUSHcom - Penggunaan kondom yang salah oleh anak/remaja dibawah umur atau mereka yang belum berhak menggunakannya menjadi perhatian tersendiri bagi pejabat daerah di Balikpapan Kalimantan timur. Kondisi sering didapati penggunaan kondom oleh mereka yang masih dibawah umur, sampah kondom di tempat-tempat yang kalau malam hari biasa menjadi lokasi maksiat, serta beberapakali ditemukan, ABG datang ke apotik atau minimarket untuk membeli kondom, rupanya menimbulkan keprihatinan tersendiri. 

Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta mengimbau seluruh toko atau apotek yang menjual kondom untuk meminta kartu identitas kepada pembeli. Menurut Wiwin, cara itu bertujuan mencegah penyalahgunaan kondom saat perayaan tahun baru dan selanjutnya jika aturan ini terbukti efektif dan efisien, maka akan terus diberlakukan aturan menunjukkan KTP atau kartu identitas lainnya yang berlaku saat akan membeli kondom untuk mengetahui usia dan status pembelinya.
“Ini kami berikan imbauan kepada apotek dan tempat perbelanjaan segala macam. Tidak menjual sembarangan, minimal tunjukkan KTP. Karena dari KTP itu bisa tahu (usia dari si pembeli),” kata Wiwin, Minggu (24/12). 
Selain itu, pihaknya juga menggelar patroli gabungan bersama TNI dan institusi lainnya dengan menyisir lokasi yang rawan dijadikan tempat berbuat mesum. 
“Kami juga akan merazia kos-kosan untuk mencegah perbuatan seperti itu,” ujar Wiwin.
Di sisi lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan mendukung langkah kepolisian. Sekretaris MUI Jaelani mengungkapkan, rencana penyertaan KTP sebagai syarat membeli kondom merupakan usulan yang sangat baik.
“Itu deteksi paling bagus. Artinya ketika seseorang membeli itu bisa di pertanggungjawabkannya. Misalnya, dia suami istri atau dia sudah dewasa, apalagi dia membeli dengan jumlah yang banyak,” ujar Jaelani.
Designed By