Breaking News

09 Januari 2018

Pembuat Film porno di Bandung Ditangkap, Imel dan Cici Lakukan Sex dengan Seorang Anak Kecil Demi Bayaran 3,2 Juta

Bokep Anak Kecil 
FLUSHcom - Tim gabungan Polda Jawa Barat bekerja sama dengan Polrestabes Bandung meringkus sutradara film bernama Muhammad Faisal Akbar Minggu (7/1/2018) kemarin.

Selain Faisal, polisi juga ikut menangkap pemeran wanita dalam dua video mesum tersebut.

Kedua perempuan berinisial A alias Intan dan IO alias Imel.

Pengakuannya kepada polisi, pada sesi pertama, Faisal membuat foto mesum dengan subyek foto anak kecil berinisial Dn (9) dengan perempuan bernama Apriliana alias Intan (28) di sebuah hotel dengan pakaian lengkap.

Pertemuan kedua, Apriliana ini melakukan sesi foto hanya memakai celana dalam dan bra bersama dengan Dn kembali.

Di pertemuan pertama ini, Dn mendapat imbalan Rp 300 ribu dan Apriliana mendapat total imbalan sebesar Rp 1.6 juta dalam dua kali pertemuan di hotel.

Foto-foto itu kemudian diunggah di akun komunitas Facebook bernama Vika yang isinya terdapat warga negara asing (WNA) asal Rusia ‎berinisial R dan N asal Kanada.

Dua WNA Rusia dan Kanada ini belakangan jadi berperan sebagai pemesan video porno.

"Pengakuan dari Faisal, dia diminta oleh R dan N untuk membuat video porno anak-anak dan perempuan dewasa," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Senin (8/1).

Hingga akhirnya, pada pertemuan ketiga sekitar Mei tahun lalu, Apriliana datang kembali dengan Dn ke di Hotel Mitra yang sudah ditunggu oleh Faisal.

Awalnya, sang bocah berinisial Dn ini menolak melakukan adegan video porno apalagi direkam.

Lantas Faisal kemudian menelepon orang tua Dn bernama Susanti untuk segera datang ke hotel.

Faisal kemudian meminta Susanti untuk menyuruh anaknya beradegan mesum dengan Apriliana dengan menghadirkan teman dekat Dn berinisial Sp (11) agar menemani mereka beradegan mesum‎.

Perekaman video mesum pun dimulai di ruangan kamar hotel Idea's.

"Saat perekaman video‎, Susanti hadir dan turut menyaksikan anaknya beradegan mesum dengan diarahkan oleh Faisal. Apriliana mendapat imbalan sebesar Rp 1 juta, Dn mendapat Rp 300 ribu dan Sp sebesar Rp 100 ribu," ujar Kapolda.

Produksi video mesum pertama yang dibuat Mei 2017 itu kemudian dikirim ke R dan N via aplikasi pesan instan Telegram.

R dan N kemudian meminta kembali untuk segera membuat video serupa.

Akhirnya, dibuatlah video mesum kedua oleh Faisal sebagai pengarah pada Agustus 2017 dengan difasilitasi oleh Sri Mulyati alias Cici (36) sebagai perekrut perempuan bernama Imelda Oktaviani alias Imel (27).

Perempuan benama alias Cici menawarkan pada Imel untuk membuat video porno di Hotel Mitra bersama anak berinisial Rd (9) anak dari seorang ibu bernama Herni‎.

Di hotel ini, adegan mesum dilakukan mulai dari balkon kamar hotel dengan direkam dan diarahkan oleh Faisal. Herni ibu dari Rd turut hadir dan menyaksikan di kamar hotel saat mereka sedang di rekam beradegan mesum.

"Imel mendapat imbalan sebesar Rp 1.5 juta, orangtua Rd bernama Herni mendapat Rp 500 ribu dan Cici mendapat Rp 1 juta‎," kata Kapolda.

Tidak lama kemudian, video mesum Imel dengan Rd menyebar. Dia kemudian meminta ganti rugi pada Faisal.

Faisal dan Imel ini akhirnya bertemu dan Imel diberi uang ganti rugi sebesar Rp 2.7 juta dan biaya Rp 500 ribu untuk mengubah tato di paha kiri.

"Total Rp 3,2 juta yang diterima Imel ini diberikan lagi ke Cici sebesar Rp 250 ribu dan Rp 150 ribu untuk orang tua Rd," kata Kapolda. 

Semua pihak yang terlibat dalam kasus ini, sebanyak tujuh orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Enam orang sudah ditangkap dan satu lagi bernama Ismi berperan sebagai penghubung masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Dalam kasus anak, tersangka dijerat Pasal 81 Undang-undang Perlindungan Anak‎," ujar dia.


Siapakah Intan dan Imel? Berikut fakta-faktanya.

1. Pemandu karaoke

Polisi menyatakan dua perempuan dewasa itu merupakan pemandu lagu karaoke di salah satu kawasan di Bandung, Jawa Barat.

2. Mengggunakan nama samaran

Kedua perempuan yang menjadi pemeran di video porno bernisial A dan IO tapi dalam video disebut Tan dan Sis.

3. Bukan profesional

Kedua wanita ini ditangkap di suatu kawasan di daerah Bandung.

Agung menegaskan kedua perempuan tersebut bukanlah dari kalangan profesional dalam urusan memproduksi film porno.

Namun demikian, Intan dan Imel selain sebagai pemeran perempuan juga punya andil dalam merekrut korban anak kecil.

4. Difasilitasi mucikari

A dan IO tidak langsung mendapat tawaran dari sang sutradara Faisal Akbar.

Mereka direkrut oleh seorang wanita berinisial SM yang bertindak layaknya seorang mucikari.

“SM biasa disebut teteh,” ujarnya.

5. Bayaran

Faisal diketahui membuat video tersebut untuk dijual.

Dalam pembuatan video itu, Intan dibayar Rp 1 juta dan Imel dibayar Rp Rp 1,5 juta.

Faisal juga memberi uang kepada bocah sebagai bayaran.

Bocah DN (9) mendapat bayaran Rp 300 ribu, SP mendapat upah Rp 100 ribu.

Sedangkan pemeran bocah dalam video lainnya berinisial RD mendapat bayaran Rp 500 ribu.

Selain pemeran yang ada dalam video tersebut, Faisal juga turut memberikan uang masing-masing kepada ibu kandung korban.

Masing-masing mendapat bayaran Rp 500 ribu.






















Designed By