Breaking News

04 Mei 2018

Racun Kalajengking berharga Ratusan Miliar dan Ini 3 Keistimewaannya


BERITApers - Presiden Joko Widodo, Senin (30/04/2018), mengatkan, racun kalajengking memiliki nilai paling tinggi di dunia saat ini.  Harganya sekitar Rp 145 miliar per liter sungguh fantastis. 

Terlepas dari berbagai komentar di media sosial setelah Presiden Jokowi melontarkan informasi tersebut, Ramadhan Eka Putra, peneliti serangga dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mengatakan, racun kalajengking memiliki potensi luar biasa dalam pengobatan/dunia medis. 

Rama mengatakan, saat ini di dunia medis menggunakan racun kalajengking untuk terapi kanker karena molekulnya yang kecil dapat mencapai bagian tubuh yang sulit dijangkau oleh apapun, seperti otak. 

Inilah tiga keistimewaan terkait racun kalajengking yang perlu Anda ketahui. 

Mengapa mahal? 

"Jumlahnya yang sangat sedikit, Satu kalajengking memiliki karakter racun yang berbeda, dihasilkan untuk membunuh atau karena ketakutan. Sulit sekali membuat racun yang sangat spesifik," ujar Rama. 

"Pengolahannya dan pengambilan racunnya susah banget, untuk membuat racun yang sangat spesifik.... Pengolahan juga perlu proses dan hanya kurang dari 10 persen dari bagian venom (racun) yang diketahui fungsinya." 

"Karena jumlahnya sangat sedikit dan susah untuk dapat standardisasi, maka harganya mahal dan pembeli tak mau beli dari perusahaan yang tak jelas karena ini tekait dengan riset dan nyawa manusia," tambahnya. 

Berdasarkan harga dari salah satu perusahaan Sigma Aldrich, Perusahaan resmi yang menjualnya, harga racun kalajengking per 10 mg sekitar Rp 17 juta. 

Terapi kanker dan potensi terobosan di dunia ilmu kedokteran 

Jenis-jenis racun yang dihasilkan kalajengking adalah racun saraf seperti halnya yang dihasilkan oleh ular kobra. 

"Keunikannya bisa berkaitan dengan sel saraf. Saat racun masuk ke sistem saraf, akan masuk ke sistem saraf besar. Dalam beberapa kasus digunakan untuk terapi kanker karena bisa dengan cepat masuk ke sel saraf terutama di otak," sambungnya. 

Rama mencontohkan salah satu kasus kanker otak yang dialami seorang bocah berusia dua tahun di Amerika. Dalam pengobatannya, dokter melakukan terapi racun kalajengking agar bisa menjangkau bagian otak. 

"Beberapa ilmuwan di dunia menggunakannya sebagai terapi kanker karena sifatnya cepat dan ukuran molekulnya tak besar. Ini memungkinkan masuknya dengan cepat ke bagian tubuh yang relatif susah dijangkau oleh obat yang berukuran lebih besar. Biasanya obat kanker itu molekulnya besar," sambung Rama. 

"Jadi, pengobatan dengan racun kalajengking digunakan karena molekulnya lebih kecil yang susah ditembus oleh obat kanker konvensional.

" Rama, dosen pada Sekolah Ilmu dan Teknologi di Bandung, mengatakan, racun kalajengking saat ini dipakai sebagai cikal bakal obat masa depan. 

"Di masa depan, ini menjadi salah satu sumber obat yang sangat luar biasa. Potensinya luar biasa. Tak hanya racun kalajengking, bisa juga dari serangga lain," kata Rama. 

"Pepida racun yang dihasilkan kalajengking ini ukurannya kecil dan efek sampingnya hampir tidak ada. Umurnya pendek dan tak ada istilah kecanduan," sambungnya.  

Cara pengambilan racun kalajengking Di sejumlah tempat, kalajengking diternak dahulu untuk diambil racunnya guna pengobatan sengatan kalajengking, termasuk di sejumlah negara seperti Afrika. 

Pengambilan racun dilakukan dengan cara kejut listrik, di ujung ruas-ruas ekor dengan hasil yang sangat sedikit. 

"Saat menghasilkan racun, proses fisiologinya sangat mahal untuk dibuat oleh binatang itu karena kaitan dengan makanan, bukan seperti kita menghasilnya keringat. Jadi prosesnya mahal dan energinya sangat tinggi." 

"Belum ada yang menyebutkan berapa tahun binatang ini bisa milking (diambil racunnya). Bila diambil racunnya, umurnya akan berkurang dan (proses menghasilkan racun) bukan sehari-hari yang dilakukan binatang itu." 

Kalajengking biasanya menghasilkan racun untuk membela diri atau saat ketakutan dan sedang mencari mangsa. 

"Jumlahnya 0,06 mg sampai 0,25 mg sekali dapat, lewat cara kejut listrik. Jadi tidak begitu banyak didapatkan sekali kejut listrik." 

Racun bisa diambil paling banyak tiga kali dalam seminggu, tapi menurut Rama, sudah terlalu banyak untuk ukuran kalajengking, yang hidup antara dua sampai tujuh tahun. 

"Kalau dipaksa jumlahnya tak optimal, hasilnya harus dikompensasi dengan jumlah makanannya. Istilahnya membunuh dengan lebih cepat atau dengan membunuh perlahan-lahan." 

"Kalejengking harus makan dalam jumlah tertentu dan energi tertentu untuk menghasilkan 1 milimeter racun," sambungnya. 

Kalajengking adalah serangga karnivor dengan konsumsi sebagian besar serangga kecil. 

Rama juga mengatakan, kalajengking dengan racun kadar tinggi banyak ditemukan di negara Afrika dan daerah-daerah gurun. Sementara kalajengking di Indonesia tak menghasilkan racun dengan kadar tinggi.

DewanBermain - Panduan Bermain Judi Online - Hasil Bola - Jadwal Bola - Prediksi Bola - Resul Togel - Prediksi togel - Berita Bola - Dll

Designed By