Breaking News

18 Desember 2019

Modus Terbaru Prostitusi Online, Polda Sumut Akan Jemput Bola

Modus Baru Prostitusi Online Beritapers


Beritapers - 
Prostitusi online yang marak di media sosial (medsos) dan juga situs jual beli, khususnya di Kota Medan membuat pihak Krimum Polda Sumut turun tangan untuk menjemput bola.

Dirkrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian mengaku baru mengetahui hal tersebut.

"Terima kasih atas informasinya, untuk kasus prostitusi situs online ini. Itu bisa ditangani oleh pihak kita, dan bisa juga ditangani pihak Krimsus Polda," katanya, Selasa (25/6/2019).

Ia mengaku, pihaknya akan jemput bola, setelah Tribun Medan mengirimkan beberapa gambar prostitusi online, yang di dalamnya menawarkan jasa massage dan bersedia dipanggil ke rumah atau di hotel.

"Ini merupakan kasus yang baru, karena belum pernah ada laporan ke kita terkait hal ini," ujarnya.

Biasanya, untuk masalah seperti ini dilakoni sama unit Renakta. Begitupun, sambung Andi, pihaknya akan mendalami kasus ini.

"Ini merupakan modus prostitusi daring yang baru, karena menggunakan salah satu situs belanja daring terkenal," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah mengerahkan anggota dari Subdit Renakta untuk melakukan penyelidikan dan pengungkapan kasus terkait prostitusi online yang sedang marak tersebut.

Terpisah, Kasubdit Renakta Polda Sumut Kompol Reinhard menyatakan, kasus prostitusi online ini akan diselidiki terlebih dahulu. Ia juga berterima kasih kepada Tribun, karena sudah memantau kasus yang seharusnya mereka tangani.

"Ini kasus baru, akan kita ungkap dan tangani segera. Dan, anggota sudah lidik kasus tersebut," ujarnya.

Berkembangnya media sosial (medsos) saat ini banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai hal, termasuk transaksi prostitusi online.

Mendalami praktik prostitusi online di Kota Medan, Tribun mencoba berkomunikasi langsung dengan penyedia jasa prostitusi. Menggunakan fitur People Nearby, secara mudah Tribun mendapat satu penyedia jasa prostitusi online.

Selain itu, praktik seperti ini juga ditemukan di aplikasi medsos dan aplikasi cari jodoh hingga situs jual-beli.

Modus yang digunakan adalah pijat yang bersedia dipanggil ke hotel atau indekos.

Harga yang ditawarkan untuk pijat mulai dari Rp 100 ribu. Namun, jika ditambah plus-plus, akan dikenakan biaya tambahan.

Teranyar, Beritapers mendalami kasus prostitusi online tersebut melalui aplikasi ojek online.

Berdasar informasi yang didapat dari narasumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya, ia pernah ditawari plus-plus saat menggunakan jasa pijat melalui aplikasi tersebut.

"Saya pernah memesan jasa massage dari aplikasi ojek online. Yang datang terapisnya perempuan, jadi setelah pijat, dia menawarkan (plus-plus), tapi saya menolak," katanya.

Ia bercerita, pesanan massage tersebut dilakukan di hotel. Harga pijat yang ditawarkan Rp 180 ribu. Terapis, yang menawarkan jasa plus-plus tersebut. Ia mematok harga Rp 500 ribu jika menggunakan jasa plus-plus.

Ia menambahkan, pesanan dilakukan secara online. Setelah pemesanan berhasil, maka terapis yang menerima pesanan akan menghubungi dan menanyakan lokasi pemesan. beritapers kemudian mencoba mendalami informasi tersebut.

Di aplikasi ojek online yang menyediakan jasa massage, pesanan dapat dilakukan secara mudah. Ada tiga kategori layanan yang ditawarkan. Setelah memilih salah satu layanan, terlihat pilihan pemesanan yang dapat dilakukan pemesan.

Ada tiga jenis pilihan pemesanan, kemudian pemesan bisa melihat apa saja yang terapis sediakan saat melakukan layanan massage. Misalnya, mereka menyediakan matras, kain panjang, seprai, handuk kecil, krim pijat dan minyak pijat untuk full body massage.

Kemudian bagian yang dipijat juga disebutkan, seperti kaki, punggung, tangan, dada atas, leher dan kepala. Pada aplikasi tersebut diperlihatkan harga yang ditawarkan Rp 180 ribu dengan durasi 120 menit. Pemesan juga memilih jenis kelamin terapis yang ingin dipesan.

Kemudian, pesanan dilanjutkan seperti pesanan online biasa dan pembayaran biaa dilakuan secara tunai atau melalui aplikasi. Promosi prostitusi online bahkan secara terang-terangan dilakukan di aplikasi Twitter. Tak segan-segan, para pelaku prostitusi online juga memasang foto vulgar untuk menarik pelanggan.

Mereka juga memasang nomor telepon yang dapat dihubungi ataupun boleh mengirimkan Direct Message (DM). Pembayaran pun dilakuan dengan cara Cash on Delivery (COD) atau melalui transfer.

beritapers kemudian berkomunikasi dengan pelaku prostitusi online via Twitter berinisial A. Setelah diajak bertransaksi, A mengirimkan daftar harga layanannya. Adapun A mematok harga Rp 650 ribu untuk layanan selama satu jam. Tak ada modus dalam promosi A di Twitter semisal menggunakan kedok pijat.

"Dua jam Rp 1,1 juta dan lima jam Rp 1,7 juta," ujarnya A.

Sementara itu, jika menginap atau layanan selama 12 jam, A mematok harga sebesar Rp 2,5 juta. Biaya tersebut hanya untuk biaya layanan, karena biaya hotel sudah ditanggung pemesan.



Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Modus Baru Prostitusi Online Gunakan Situs Belanja, Polda Sumut akan Jemput Bola, https://medan.tribunnews.com/2019/06/26/modus-baru-prostitusi-online-gunakan-situs-belanja-polda-sumut-akan-jemput-bola?page=3.

Editor: Liston Damanik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By